Beberapa hari lalu saya mendapat kiriman dua eksemplar majalah dari seorang sahabat wartawan senior di
salah satu harian terbesar di ibukota. Sebuah majalah budaya Batak,yang ingin konsekuen dengan penggunaan kata Batak itu sendiri. Jadi mencakup kelima sub etnik Batak keseluruhan, Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Pakpak. Hal kedua yang menarik yang membedakannya dengan yang majalah lain,
ia berusaha menyajikan tulisan berbobot tanpa perlu membuat kita mengernyitkan dahi dengan lautan catatan kaki- dan daftar referensi. Mungkin dimaksudkan agar majalah ini dapat dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Jadi bukan jurnal ilmiah tapi jelas bukan seperti majalah dan tabloid Batak yang marak belakangan ini. Perwajahannya cukup sederhana tetapi memberi kesan kuat.
Kata ‘tatap’dipilih sebagai nama karena menurut pertimbangan redaksi kata ini dapat ditemukan di setiap dialek Batak dan mudah diingat serta maknanya memang menatap. melihat, meninjau kedepan.
Redaksi dikomandani oleh Jansen Sinamo (pakar SDM ), dan didukung oleh anggota-anggota yang menjamin kualitas tulisan yang menarik dan berbobot, antara lain Hasudungan Sirait deklarator Aliansi Jurnalis Independen), Martin Lukito Sinaga (pendeta dan teolog), Hans Miller Banureah, Nabisuk Naipospos (wartawan senior). Ditopang dengan foto-foto artistik dari Edward Siahaan. Majalah ini terbit edisi perdana Agustus lalu dan diedarkan di istana persis pada perayaan kemerdekaan, dengan sorotan pada arti pendidikan bagi orang Batak. Edisi kedua Oktober-November, yang membahas kiprah orang Batak di gelanggang politik.
Diharapkan dengan penerbitan majalah ini dapat merajut benang merah kearifan lokal budaya Batak dengan
perkembangan disegala bidang yang semakin bergerak cepat dewasa ini. Sembari terselip juga kekhawatiran, apakah bisa bertahan lama karena majalah budaya yang agak “serius” seperti ini pembaca setianya sangat terbatas. Kedua kesetiaan para penggiat majalah ini juga harus tetap terpelihara dalam menghadapi segala
tantangan dalam di bidang pemasaran dan distribusi yang membutuhkan penanganan serius.
Bagaimanapun setiap perjuangan yang sungguh-sungguh haruslah dihargai dan diucapkan selamat bagi bayi perempuan (Toba=’tatap’) yang dicintai segera beranjak menuju kematangan. (ama pardomuan)
October 31, 2007 at 1:38 pm
Horas..
Bagaimana caranya mendapatkan majalah tersebut di Ibukota ?
Trims,
CS
November 1, 2007 at 8:58 am
Bisa hubungi ke redaksi
Jl Pulogebang Permai G-11 No 12 Jakarta 13950, Tel 4801515 FAX 4800 429
email : majalahtatap@yahoo.com
January 24, 2008 at 8:49 pm
Mantaf bah…. maju terus…..
February 18, 2008 at 8:17 pm
majalah tatap sangat bagus namun hanya untuk kalangan orang batak.
February 18, 2008 at 8:20 pm
Untuk redaksi majalah tatap yang terhormat
saya ingin sekali menulis artikel di majalah tatap namun saya tidak mengerti prosedur penulisan di dalam majalah anda apakah bisa memuat lain dari topik batak.
tanks
February 20, 2008 at 11:09 am
sdr julianto dapat menghubungi langsung redaksi Tatap pada alamat diatas. terima kasih
March 2, 2008 at 11:47 pm
Horas madihamu Raja ni Huta dht Parsondukbolon,
Ondo nanaeng sipaboaonhu: Ndang sarupa Mandailing dht Angkola.
Godang tabe,sahat/lalu ma tona,
March 10, 2008 at 8:23 am
Pertama baca majalah ini di rumah amang boru saya…saya langsung tertarik karena pada edisi februari 2008 membahas kisah-kisah sukses orang batak…dan ternyata isi majalah ini banyak memberi pengetahuan baru untuk saya dan pengetahuan tentang pengalaman hidup orang2 batak yang luar biasa…Dan majalah ini memberikan inspirasi buat saya untuk tetap semangat dalam menjalani hidup sebagai orang indonesia, terlebih lagi bangga sebagai orang BATAK…viva SUMUT..Sukses buat majalah ini…salam untuk PimRed majalah ini ya…beliau dalam menulis artikel2nya baik sekali…
April 1, 2008 at 4:21 pm
Majalah tersebut sangat bemanfaat bagi orang2 yg berada diluar sumut, oleh karena itu diharapkan agar distributornya ada dikota besar Jakarta, Bandung, Surabaya. gimana cara mendapatkanya & dimana alamatnya untuk dapat dikirim melalui pos.
Tanks
May 4, 2008 at 12:04 pm
Lae Girsang,
Bisa hubungi ke redaksi
Jl Pulogebang Permai G-11 No 12 Jakarta 13950, Tel 4801515 FAX 4800 429
email : majalahtatap@yahoo.com
October 1, 2008 at 10:49 pm
saya hanya mau nanya Jansen Sinamo itu orang batak atau gak? pasalnya di majalah pakpak online mereka ngakunya bukan orang BATAK, ini saya Kutip di majalah Pakpak Online..
ANAK PAKPAK PIMPIN MEDIA BATAK
Barangkali Anda sekalian sudah tahu, ada sebuah majalah Batak namanya TATAP, yang diklaim terelit sekarang ini (baik isi, design dan bentuk). Materi isinya selalu mengenai Batak keseluruhan (edisi perdana 17 Agustus kemarin) ada liputan tentang Taman Wisata Iman di Sidikalang) dan selalu mengusung informasi dan inspirasi bagi orang Batak khususnya, bagi siapa saja yang membaca umumnya. Tulisan ini bukan untuk berpromosi, tapi ingin memberitahukan bahwa ternyata yang memimpin majalah TATAP itu adalah anak Sidikalang (anak Pakpak) bernama Jansen Hulman Sinamo. Lalu di jajaran Dewan Redaksi ada nama Hans Miller Banureah (keduanya adalah Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi pakpakonline ini. Kemudian ada Tinambunan eks Jakarta Post. Apapun, ini membanggakan, karena salah satu motor di belakang terbitnya majalah ini pun adalah Bupati Dairi, Pak Tumangger. Ini salah satu bukti lagi, bahwa orang Pakpak itu mampu. Meski baru mau menerbitkan edisi ke-2, majalah TATAP ini kelihatan lebih maju, karena penggarapannya yang begitu serius dan terarah. Menurut info dari Pak Jansen, komunitas Batak di London pun sudah memesan. Belum lagi pesananan-pesanan peredisi yang lebih layak disebut memborong. Di London, Liston Siregar, wartawan BBC sudah siap menjadi koresponden. Kita berharap kehadiran tiga anak Pakpak di majalah TATAP akan semakin menonjolkan eksistensi Pakpak melalui informasi-informasi yang aktual dan faktual. Itu doa kita bersama. Amin. *hmb
pakpakonline.com
October 8, 2008 at 9:47 am
Pak Jansen Sinamo orang Batak Pakpak.
June 5, 2009 at 9:20 am
Horas…..3x
Saya sangat berharap kalau majalah ini sampai ke pekanbaru-Riau.karena orang batak disana sudah banyak yang lupa leluhurnya.apalagi yang sudah murtat dari Salib itu.bagaimana caranya untuk berlangganan………?
tabe sian hami nadi block songo-Kota pinang.
JF.Simorangkir Cs.